http://www.muhrsitegal.com
17-12-2016 | Dibaca : 525 pembaca

Gagal Ginjal Akibat Gaya Hidup Negatif

Gagal Ginjal Akibat Gaya Hidup Negatif

Populasi penyakit ginjal di Indonesia dari tahun ke tahun kian meningkat, hal ini mengingat populasi pasien diabetes dan hipertensi di Indonesia sebagai penyumbang terbanyak pasien gagal ginjal juga mengalami peningkatan. Gaya hidup (life style) masyarakat yang kebanyakan masih memiliki kebiasaan negative yang endingnya berdampak negative juga terhadap kesehatannya rupanya belum dipahami secara mendalam, mulai dari mengkonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran, merokok, minum minuman keras, kurang berolah raga, minum minuman berkarbonasi, malas minum air putih, serta kondisi air yang mengandung kapur.

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital yang memiliki fungsi sebagai penyaring kotoran dan racun dalam darah. Penurunan fungsi ginjal seringkali tidak terdeteksi. Padahal kerusakan pada ginjal akan berakibat fatal, penderita harus menjalani cuci darah yang biayanya sangat mahal. Penderita gagal ginjal atau yang dikenal dengan istilah peritoneal dialysis jika kondisinya tidak memungkinkan maka harus melakukan transplantasi ginjal yang biayanya selangit.

Sebagaimana yang diungkapkan Prof. Rully MA. Roesli, MD, PhD, FINASIM, seorang ahli Penyakit Dalam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dalam acara yang bertema Pelayanan Kesehatan Yang Efektif dan Efisien pada Kasus Gagal Ginjal, berdasarkan data yang dirilis PT. ASKES Indonesia pada tahun 2011 jumlah pasien gagal ginjal mencapai 17.507 orang. Kemudian meningkat lagi sekitar 5.000 lebih, pada tahun 2012 jumlah pasien gagal ginjal mencapai 23.261 pasien. Pada tahun 2013 juga mengalami peningkatan walaupun tidak seperti tahun 2012. Beliau juga menambahkan bahwa pada tahun 2014 peningkatan populasi penyakit diabetes mellitus (kencing manis) dan hipertensi (darah tinggi) akan terus meningkat. Padahal kedua penyakit tersebut sebagai penyumbang terbanyak terjadinya gagal ginjal yang harus melalukan cuci darah.

Banyaknya pasien gagal ginjal rupanya tidak diikuti oleh meningkatnya sarana untuk melakukan cuci darah. Seperti halnya yang terjadi di Wilayah Karasidenan Bojonegoro, rumah sakit umum yang memiliki fasilitas cuci darah hanya RSUD Dr. Soegiri Lamongan dengan delapan mesin HD, RSUD Dr. R. Sosodoro Djati Koesoemo Bojonegoro yang memiliki enam mesin HD, RS Muhammadiyah Lamongan yang memiliki enam mesin HD dan RSUD Koesmo Tuban yang memiliki empat mesin HD. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua pasien gagal ginjal stadium V terlayani untuk melakukan cuci darah karena jumlah mesin tidak sebanding dengan jumlah pasien. Kondisi tersebut, pasien gagal ginjal harus melakukan cuci darah di luar daerah itupun harus menunggu inden karena di wilayah lain juga terbatas jumlah mesin HD yang dimiliki. Betapa besar dampak negative yang diderita masyarakat yang cenderung memiliki gaya hidup (life style) yang tidak tepat.

Fenomena ini hendaknya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita untuk menyadarkan betapa mahalnya sehat, yaitu sehat jasmani dan rohani serta sehat social. Mari sayangi ginjal kita dengan gaya hidup yang sehat sebagaimana yang telah diteliti oleh Liliana Jimenez dari Danone Research dengan delapan kiatnya untuk menjaga kesehatan ginjal kita, yaitu: Jaga kesehatan dan tetap beraktivitas; jaga kadar gula agar tetap stabil; mengkonsumsi makanan yang sehat, tidak mengandung racun seperti pewarna sintesis dan zat pengawet dan menjaga berat badan ideal; mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum air putih dan mengkonsumsi buah-buahan; menjauhi rokok yang dikenal sebagai pemicu dan faktor resiko penyakit berat; tidak mengkonsumsi obat kimia yang dapat membuat beban kerja ginjal berat; serta memeriksakan fungsi ginjal secara rutin apabila terdapat salah satu atau lebih resiko dalam bentuk pengukuran laju filtrasi glomerulus (LFG) dan adanya protein dalam urine. Melalui Hari Ginjal Sedunia pada bulan Maret ini, MARI SAYANGI GINJAL kita dengan membiasakan pola hidup sehat back to nature.